Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menginginkan Galeri Nasional Indonesia (GNI) menjadi rumah budaya Indonesia. Harapannya ke depan, GNI dapat menjadi rumah budaya Indonesia yang memamerkan bahkan mampu mengoleksi karya-karya besar dari para perupa Indonesia maupun perupa mancanegara.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan, pada sambutan acara pembukaan Pameran Seni Rupa Mahasiswa 2015, di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Kacung mengungkapkan, perencanaan GNI sudah selesai dan pada beberapa tahun mendatang akan dimulai perubahan besar-besaran untuk merekonstruksi bangunan GNI. Rencananya, kata dia, akan ada pembangunan gedung 14 lantai dan perubahan gedung lainnya di GNI. “Kalau itu terjadi, Indonesia akan memiliki galeri nasional yang hebat,” ujarnya.

Kacung mengimbau, agar pengelola GNI dapat juga menyuguhkan seri pameran koleksi istana negara, baik istana negara yang ada di Bogor, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya. Apabila ini bisa kita lakukan, kata dia, masyarakat bisa dilihat betapa kayanya karya-karya yang dimiliki Indonesia. “Tapi kita tidak terpaku pada karya lama itu, kita juga punya pandangan karya masa depan,” tuturnya.

Kacung mengatakan, ke depan GNI dapat terus berkembang. Pameran-pameran yang diselenggarakan di GNI, kata dia, adalah ajang bersama untuk memamerkan karya-karya dari anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia lainnya. “Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semuanya, bermanfaat untuk dunia kebudayaan kita. Supaya kebudayaan kita semakin hebat, semakin luar biasa di masa yang akan datang,” katanya.

Dalam Pameran Seni Rupa Mahasiswa Indonesia 2015 kali ini terdapat tiga karya terbaik pilihan tim kurator GNI. Ketiga karya terbaik tersebut diantaranya adalah karya yang terbuat dari bahan dasar ban dalam dengan judul I’m is Ayam yang dibuat oleh I Made Santika Putra mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Bali, karya mural dengan judul Trapped In The Sickness yang dibuat oleh Muchlis Fachri mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, dan karya mix media di atas kanvas dengan judul Janin (Rahim) 2 yang dibuat oleh Thariq Munthaha mahasiswa Universitas Negeri Padang. (Agi Bahari)