SAMARINDA- Sekolah negeri mulai jenjang SMP hingga SMA dan yang sederajat di Kota Samarinda, baru terdapat 21,6 persen yang sanggup melakukan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online.
    
“Dari 83 sekolah negeri SMP-SMA/SMK di Samarinda, saat ini baru terdapat 18 sekolah yang siap menerima pendaftaran siswa baru secara online. Tahun ini masih tahap uji coba sehingga ke depan diharapkan semua sekolah baik negeri maupun swasta bisa online,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin.
    
Asli yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah Suwar Wiguno merinci, pada jenjang SMP dari 47 sekolah yang ada, baru terdapat tujuh sekolah yang melakukan PPDB online atau baru 14,9 persen.
    
Kemudian dari 19 SMK di Samarinda baru enam sekolah yang melakukan PPDB online atau sebanyak 31,57 persen, dan dari 17 SMA yang ada baru terdapat lima sekolah yang sanggup menerima pendaftaran online atau 29,4 persen.
    
Sekolah yang melaksanakan PPDB online di Samarinda adalah jenjang SMP terdiri SMPN 1, 2, 4, 5, 6, 7 dan SMPN 22. Jenjang SMA adalah SMAN 1, 2, 3, 5 dan SMAN 8. Jenjang SMK adalah SMKN 1, 2, 4, 5, 6 dan SMKN 7.
    
Meskipun baru uji coba penarapan pendaftaran online, tetapi berdasarkan pantauan dua hari ini prosesnya berjalan lancar karena para SDM-nya telah memiliki keterampilan, listrik tercukupi, dan internetnya juga stabil.
    
“Saya sudah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah yang melakukan PPDB online. Jumlah pendaftar terbanyak pada hari pertama atau 1 Juli. Di SMPN 1 misalnya, jumlah pendaftar di hari pertama lebih dari 1.000 orang. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan tidak ada masalah jaringan,” katanya.
    
Berdasarkan hal itu, maka ke depan diharapkan semua sekolah di Samarinda bisa melakukan pendaftaran siswa baru secara online baik negeri maupun swasta, sehingga orang tua siswa dan siswanya bisa langsung memantau setiap saat di website samarinda.ppdb.kemendikbud.go.id.
    
Banyak keuntungan yang diperoleh dari pola PPDB online, seperti orang tua siswa tidak harus ke sekolah untuk mengetahui diterima atau tidak di sekolah terkait.
    
Manfaat lainya adalah untuk menghindari “titipan” dari mana saja, karena titipan akan dikalahkan oleh sistem online yang langsung bisa dilihat oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh masyarakat Samarinda, tetapi juga masyarakat Kaltim, bahkan seluruh Indonesia.
    
Ditanya bagaimana dengan sekolah lain yang belum menerapkan PPDB online? Dia meyakini bahwa pejabat dan masyarakat Samarinda sudah memahami, bahwa pendidikan Samarinda menuju kewibawaan dan transparansi, sehingga para pejabat akan malu jika mengajukan atau menerima titipan. (pay)